Selasa, 15 Januari 2013

Di Taman Kota






Pemandangan taman kota malam itu sangat sepi dan damai.

hanya ada beberapa orang yang berlalu-lalang di sekitar taman itu, lagi pula siapa yang ingin keluar dari rumah malam hari ini? suhu di Manhattan malam ini sangat dingin.

Jane medongakan matanya keatas. Butiran-butiran benda putih itupun berjatuhan dari langit menipa wajah cantiknya

Dia menghembuskan nafasnya pelan saat melihat butiran-butiran salju itu jatuh dari langit. Jane menadahkan tangannya kelangit; berusaha mendapatkan butiran-butiran salju yang jatuh

" kenapa kau sangat dingin dan menyenangkan? " gumannya sambil tersenyum menatap butiran salju yang berada di tangannya

Jane menghentikan aktivitas menyenangkannya dan kembali berjalan menuju tujuannya; rumahnya

***

Jane menghentikan kakinya di depan Jembatan yang menampilkan pemandangan indah kota malam ini. Beberapa lampu tampak menari-nari seolah memanggil para turis untuk mendekat dan membeli barang yang di sediakan, para lampu itu seolah berlomba menerangi kota malam ini.

Jane meneguk kopinya sambil menghembuskan nafasnya dengan tenang.

" pemandangan yang indah....."

Jane langsung menoleh kearah sumber suara, dahinya mengernyit saat melihat bahu seorang pria, tunggu! pria?!

seolah sadar jika ada yang menatapnya dengan penuh kebingungan pria itu menoleh
" oh.. hai! apa aku mengganggumu? " tanyanya tanpa dosa

seketika Jane terpana melihat sosok di hadapannya ini, seorang pria tampan bak pangeran di negeri dongeng, Pria itu tinggi, beralis tebal dan hitam lekat, hidungnya mancung, dan senyumnya... sangat menawan!

" nona? " ujar pria itu melambaikan tangannnya di depan wajah Jane yang terpana

Jane segera tersadar dari keterpesonaan pria itu
" oh.. maaf..." tiba-tiba lidah Jane berubah menjadi kelu, dia segera berjalan meninggalkan pria itu sendirian

pria itu mengkerutkan dahinya dan berjalan menyusul Jane
" hei nona.. tunggu! " serunya sambil menyamakan langkah kakinya dengan Jane

Jane menghentikan langkahnya dan membalikan tubuhnya, dahinya berkerut saat pria itu berjalan mendekat kearahnya

" ini kopimu tertinggal " ujarnya seraya mengulurkan tangannya memberikan Cup Coffee milik Jane

Jane terkekeh geli sebelum menerima cup coffee miliknya
" sebenarnya kau tidak usah terlalu repot seperti ini"

pria itu mengidikan bahunya " kurasa itu tidak terlalu merepotkan.."

Jane memperhatikan pria di hadapannya, Pria bertubuh atletis,tampan, dan tinggi. pria itu bagaikan patung bak dewa yunani. Mata dalamnya seakan memepertegas jika dia seakan keturunan para Dewa dengan mata tajamnya itu
" well, thanks..." ujar Jane

pria itu mengidikan bahunya lagi " tidak masalah.." pria itu mengulurkan tangannya " Damian "

Jane memperhatikan uluran tangan di depannya dia tertawa ringan sambil  menyambut uluran tangan pria itu " Jane "

" nama yang bagus... " ujar pria itu seraya tersenyum

" kurasa itu sebuah pujian klasik " balas Jane terkekeh geli

***

Jane dan Damian duduk di bangku taman yang menghadap kearah pemandangan kota dan di dekat jembatan

" jadi kau bukan bukan berasal dari sini? " tanya jane

pria itu menyesap kopinya yang masih hangat " well, bisa di bilang begitu "

Jane menggenggam cup coffeenya berusaha mendapatkan kehangatan yang tersisa

" apa kau kesini untuk berlibur? " tanyanya sambil memandang pemandangan kota

Damian menarik nafasnya " kurasa begitu, dan... apa yang kau lakukan berjalan sendirian di taman sepi ini? "

Jane menoleh kearah Damian dia tersenyum " Ini tempat favoriteku" jawabnya lantang berusaha meyakinkan jika tempat ini begitu menakjubkan

Damian mengkerutkan keningnya " kurasa tempat ini memang menyenangkan, tapi terlalu sepi "

Jane mengangguk " kau benar tempat ini terlalu sepi, tapi menurutku sepi itu lebih baik dari pada kau berada di tengah keramaian dan kau terdorong kesana kemari mengikuti arus manusia yang berlalu-lalang di sekitarmu"


" kau benar, tapi terkadang kesepian itu menakutkan"

Jane terkekeh geli mendengar balasan Damian " selera humormu cukup bagus"

Jane bangkit dari duduknya dan merapatkan Mantelnya
" well, senang bertemu denganmu Damian "

Damian bangkit dari duduknya
" kau tinggal dimana? "

Jane mengkerutkan dahinya " ada apa?"
 
















Senin, 14 Januari 2013

Ingatan


Diantara cahaya-cahaya sendu 

butiran-butiran rindu

bagai air dan lembayu sendu menyatu

ditengah bisikan hati 

dan diantara rindu yang berbisik lembut

sayup-sayup sinar cahaya mulai terlihat

angakat kepala mantapkan jiwa

ingatan hati berpadu dengan sebuah doa....


menurut lo mana yang terbaik?

Well, kali ini gue gaakan ngepost tentang syair cinta #tshaa...
gue pengen sedikit cerita disini,
tahun ini 2013, ini adalah tahun yang gue harap bakal jadi tahun yang lebih baik dari 2012.
lo tau kenapa? yaps!! karna tahun ini gue bakal ketemu lagi untuk yang kedua kalinya sama yang namanya UN!!!

dan lo tau apa yang buat gue takut banget? masalahnya di tahun ini gue gak bisa konsen belajar, sebenernya dari diri gue juga sih yang bikin gak konsen belajar, well. kalo ada yang nyemangatin pasti seru, tapi siapa?

oke disini gue gabakal bahas tentang kejombloan gue yang sudah basi.
lo ada saran gak biar gue bisa berenti ga baca cerpen mulu dan bikin gue gak konsen belajar? well itu akan susah menurut gue

disini gue bingung coys harus masuk SMA mana?
yaaa gue sih pengenya yang terbaik tapi hehehe bener kata orang " mandang kemampuan sendiri aja dulu" itu yang selalu kebayang di otak gue.

tapi gaada yang bakal tau masa depan kan?

BISMILLAHIROHMANIROHIM!!!

Secerca Harapan


Ini adalah surat kecil yang ku tulis dengan perasaan

bukan, ini bukan tentang harapan yang tidak akan menjadi nyata. Tapi ini sebuah surat kecil yang kutulis dan berharap isi surat ini akan menjadi nyata.

Ada secerca harapan disini!

harapan yang mungkin akan terjadi

Tuhan tau mana yang terbaik, tapi ini adalah harapan. sebuah harapan yang mengandung rasa cinta dan doa..

Rabu, 28 November 2012

Ini Kita....


 
 
Ini kita..

dua insan manusia yang mencoba untuk menyatukan perbedaan

Ini kita..

yang saling terdiam dengan kebisuan masing-masing

Ini kita..

dua manusia yang memiliki perbedaan

Apa mungkin kita bisa bersama?
Menyatukan segala perbedaan
Meleburkannya menjadi satu

Bisa kita bicara sebentar?

bicara akan kita, yang mungkin akan bersama

meleburkan segala perbedaan yang ada

Membuat segala sesuatu perbedaan itu menjadi ikatan harmonis yang terpadu atas nama cinta

Ini Kita...

dua anak manusia yang diam-diam saling merindukan tapi masih terjebak dengan kebisuan..........

Derai Hujan

hari ini hujan...

langit kelabu, suara gemuruh menjadi satu

setetes

dua tetes hujan datang menerjang


derai hujan belum menghilang

suara gemuruh saling bersahutan

ini hujan yang penuh dengan kenangan

kenangan akan kerinduan dan kenangan duka

angkat kepala lihat keatas

terlukis disana bayangan akan kenangan kita yang membekas 

kenangan akan cinta dan kerinduan...

Jumat, 26 Oktober 2012

Hampa

 


Bunyi detak jarum jam yang berputar seolah memecahkan keheningan
keheningan yang teramat sunyi
di temani sepi dan sunyi ku tutup mata ini
seolah merasakan kamu itu ada
terlihat senyummu dalam kegelapan
matamu seakan bersinar menerangi aku di kegelapan
wajahmu seolah memang ada
aku....mendekat seolah ingin merasakan bahwa sosokmu itu nyatasenyummu masih mengembang, tanganku seolah menggapaimu
dingin dan kaku senyumnya masih mengembang
perlahan dia mulai menjauh meninggalkan sejuta panah dihati
seolah bayangnyaraib di telan bumi 
ku buka mata ini, hanya hampa yang ku rasa
perlahan aku tersadar bahwa bayangmu selalu menemani di setiap langkahku yang berusaha tegar tanpamu