
Pemandangan taman kota malam itu sangat sepi dan damai.
hanya ada beberapa orang yang berlalu-lalang di sekitar taman itu, lagi pula siapa yang ingin keluar dari rumah malam hari ini? suhu di Manhattan malam ini sangat dingin.
Jane medongakan matanya keatas. Butiran-butiran benda putih itupun berjatuhan dari langit menipa wajah cantiknya
Dia menghembuskan nafasnya pelan saat melihat butiran-butiran salju itu jatuh dari langit. Jane menadahkan tangannya kelangit; berusaha mendapatkan butiran-butiran salju yang jatuh
" kenapa kau sangat dingin dan menyenangkan? " gumannya sambil tersenyum menatap butiran salju yang berada di tangannya
Jane menghentikan aktivitas menyenangkannya dan kembali berjalan menuju tujuannya; rumahnya
***
Jane menghentikan kakinya di depan Jembatan yang menampilkan pemandangan indah kota malam ini. Beberapa lampu tampak menari-nari seolah memanggil para turis untuk mendekat dan membeli barang yang di sediakan, para lampu itu seolah berlomba menerangi kota malam ini.
Jane meneguk kopinya sambil menghembuskan nafasnya dengan tenang.
" pemandangan yang indah....."
Jane langsung menoleh kearah sumber suara, dahinya mengernyit saat melihat bahu seorang pria, tunggu! pria?!
seolah sadar jika ada yang menatapnya dengan penuh kebingungan pria itu menoleh
" oh.. hai! apa aku mengganggumu? " tanyanya tanpa dosa
seketika Jane terpana melihat sosok di hadapannya ini, seorang pria tampan bak pangeran di negeri dongeng, Pria itu tinggi, beralis tebal dan hitam lekat, hidungnya mancung, dan senyumnya... sangat menawan!
" nona? " ujar pria itu melambaikan tangannnya di depan wajah Jane yang terpana
Jane segera tersadar dari keterpesonaan pria itu
" oh.. maaf..." tiba-tiba lidah Jane berubah menjadi kelu, dia segera berjalan meninggalkan pria itu sendirian
pria itu mengkerutkan dahinya dan berjalan menyusul Jane
" hei nona.. tunggu! " serunya sambil menyamakan langkah kakinya dengan Jane
Jane menghentikan langkahnya dan membalikan tubuhnya, dahinya berkerut saat pria itu berjalan mendekat kearahnya
" ini kopimu tertinggal " ujarnya seraya mengulurkan tangannya memberikan Cup Coffee milik Jane
Jane terkekeh geli sebelum menerima cup coffee miliknya
" sebenarnya kau tidak usah terlalu repot seperti ini"
pria itu mengidikan bahunya " kurasa itu tidak terlalu merepotkan.."
Jane memperhatikan pria di hadapannya, Pria bertubuh atletis,tampan, dan tinggi. pria itu bagaikan patung bak dewa yunani. Mata dalamnya seakan memepertegas jika dia seakan keturunan para Dewa dengan mata tajamnya itu
" well, thanks..." ujar Jane
pria itu mengidikan bahunya lagi " tidak masalah.." pria itu mengulurkan tangannya " Damian "
Jane memperhatikan uluran tangan di depannya dia tertawa ringan sambil menyambut uluran tangan pria itu " Jane "
" nama yang bagus... " ujar pria itu seraya tersenyum
" kurasa itu sebuah pujian klasik " balas Jane terkekeh geli
***
Jane dan Damian duduk di bangku taman yang menghadap kearah pemandangan kota dan di dekat jembatan
" jadi kau bukan bukan berasal dari sini? " tanya jane
pria itu menyesap kopinya yang masih hangat " well, bisa di bilang begitu "
Jane menggenggam cup coffeenya berusaha mendapatkan kehangatan yang tersisa
" apa kau kesini untuk berlibur? " tanyanya sambil memandang pemandangan kota
Damian menarik nafasnya " kurasa begitu, dan... apa yang kau lakukan berjalan sendirian di taman sepi ini? "
Jane menoleh kearah Damian dia tersenyum " Ini tempat favoriteku" jawabnya lantang berusaha meyakinkan jika tempat ini begitu menakjubkan
Damian mengkerutkan keningnya " kurasa tempat ini memang menyenangkan, tapi terlalu sepi "
Jane mengangguk " kau benar tempat ini terlalu sepi, tapi menurutku sepi itu lebih baik dari pada kau berada di tengah keramaian dan kau terdorong kesana kemari mengikuti arus manusia yang berlalu-lalang di sekitarmu"
" kau benar, tapi terkadang kesepian itu menakutkan"
Jane terkekeh geli mendengar balasan Damian " selera humormu cukup bagus"
Jane bangkit dari duduknya dan merapatkan Mantelnya
" well, senang bertemu denganmu Damian "
Damian bangkit dari duduknya
" kau tinggal dimana? "
Jane mengkerutkan dahinya " ada apa?"
Tidak ada komentar:
Posting Komentar