kemana aku harus berjalan , menentukan arah dan pilihan aku tau bahwa seseorang di masa yang akan datang akan mengajakku untuk menenukan ke bahagian semua itu hanya masalah waktu.
pagi hari dirumah..
sambil mencium pipi mamanya Kania menjatuhkan air mata. air mata yang sangat bahagia dan terharu.
"pagi anak mama yang cantik. loh kamu kenapa sayang ?" tanya mama kania sambil memancarkan senyum yang bersahaja dan lembut. mama kania memang tangguh karna dia bisa membesarkan anaknya seorang diri tanpa ada yang membantu jika ada yang membatu tentu saja keluarga kania dan mamanya. papa kania telah lama meninggalkan kania dan mama nya ,itu karena himpitan ekonomi dan papa kania telah menikah lagi dengan seorang janda yang cantik dan masih muda.
"emm, gapapa mahaku seneng aja liat mama tersenyum" sahut kania sambil memeluk erat tubuh mamanya.
"mama juga terharu sayang melihat kamu sudah tumbuh besar dan cantik lagi mama jadi iri sama kamu hehe" ledek mama kania sambil memegang pundak kania dengan menahan isak tangis keharuan yang sangat mendalam.
"udah lah mah jangan ledek kania terus mama mah jail" kata kania sambil duduk dan mengambil roti untuk sarapan.
"iya sayang sini rotinya mama kasih selai dan segera kamu berangkat sekolah ya ?" kata mama kania sambil mengoleskan selai ke roti kania
"iya mamaku tersayang" sahut kania dengan mengambil roti yang telah di olesi selai oleh mamanya.
setelelah sarapan kania pergi ke sekolah.
"mah kania pamit dulu yah ?"
"iya sayang hati-hati yah jangan lupa pulangnya jangan terlalu terlambat yah ?"
" iya mama tenang aja assalammualaikum " pamit kania sambil mencuin tangan mamanya
" waailkumsallam" balasn salam mama kania dengan menatap kania sampai menghilang dari pandangannya.
setelah itu mama kania masuk kedalam rumah dan sejenak dia menatap foto suaminya yang tega meninggalkan dia dan kania.
mas anak kita sekarang sudah tumbuh besar dan mejadi seorang gadis yang cantik , dimana kamu mas tidakkah kau rindu dengan ku dan kania ? apakah kamu masih hidup ? pulanglah untuk melihat anak mu sejenak.
dalam hati mama kania sambil menatap selembar foto yang telah usang dan lama gambar sang suami yan masih tersisa. "kemana dia pergi tidakkah dia merindukan ku dan kania ?" pertanyaan mama kania selalu dalam hatinya. dia selalu mengajukan pertanyaan itu setiap kali dia melihat foto suami nya tersebt yang tidak tahu ada dimana dan apa kabarnya.
Sekolah..
kapan aku lulus dari sekolah ini dan bisa berkerja dan membantu mama ?
hal yang selalu berada dalam pikiran kania , kapan ia bisa lulus dari sekolah ini?
"woiiii kan " teriak Karin teman kania mungkin juga bisa di bilang dia lah sahabat terbaik kania dari kecil
"ngagetin aja! ada apa rin ?" tanya kania dengan muka yang terlihat kesal dan lesu dan tidak bersemangat.
" hehe lo kenapa kan ? sakit ?" tanya karin sambil memegang pundak kania dan menatap mata kania
" oh gapapa rin ,cuma gak semangat nih" balas kania sambil melepaskan tangan karin dari pundaknya